ARTIKEL PERKEMBANGAN BAHASA ANAK

Nama              :Endang Juliana
NIM                : A1D117009
Ruang             : R001
E-mail             : endangjuliana09.pgsd2017@gmail.com

PENGAMATAN BAHASA ANAK 5 TAHUN
PENGANTAR
Bahasa merupakan sarana komunikasi utama dalam kehidupan manusia didunia ini baik dalam bentuk lisan, tulisan, maupun yang hanya berpa simbol tertentu. Tanpa bahasa manusia tidak dapat berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang mau tidak mau berinteraksi satu sama lain. Pada hakikatnya anak manusia kaetika dilahirkan telah dibekali dengan bermacam-macam potensi dan salah satunya adalah bahasa. Potensi bahasa merupakan salah satu contoh potensi yang harus dikembangkan pada anak-anak (usia prasekolah), karena adanya kemampuan bahasa yang baik anak tidak hanya dapat berkembang dalam akademiknya tetapi juga secara sosial. Menurut Jamaris (2013,113) pada kehidupan usia anak-anak sangat enting untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan berbahasanya .tanpa kemampuan ini sulit bagi manusia (anak-anak) untuk berinteraksi antar sesama. Maka dari itu dalam sisi lain anak-anak yang sulit pula dalam penguasaan kosakata, ingatan-pendengaran, perbedaan penuasaan, masalah tugas sederhana dan kemampuan mengikuti sesuai dengan urutan (Carolyn, 2014).
Pekembangan bahasa anak yang satu dengan yang lain tetntunya berbeda-beda hal ini tergantung pada faktor pembentukannya. Untuk mengetahui hal tersebut penulis melakukan sebuah penelitian kecil yang lebih tepatnya penelitian kroseksional, dimana penulis melakukan pengamatan terhadap seorang anak pada interval usia 1 sampai 9 tahun untuk diamati selama 30 menit mulai dari pembendaharaan kata sehari-hari, cara berkomunikasi hingga gerakan-gerakan kinestetik yang ia ciptakan dalam jangka waktu tersebut.

PEMBAHASAN
Rizuana Fadzila, seorang anak berusia 5 tahun 9 bulan merupakan seorang anak yang menjadi objek pengamatan penulis. Pada saat pengamatan, Zila sedang asyik menonton layar televisinya dirumah (15 menit pertama). Pada jangka waktu tersebut banyak hal yang dapat diamati dari perilaku nya terutama dalam bahasa dan kinestetiknya. Dalam bahasa, Zila sringkali mengulangi kosakata yang disebutkan tokoh kartunnya di Televisi seperti “ Tolong, janji, cloud bread (roti awan), jangan, yuk, dan lainnya”. Sembari mengulang-ulang kata-kata itu, ia juga menirukan bagaimana gestur tubuh saat kata itu dilontarkan. Menurut teoritis, anak-anak usia dini sedang berada pada masa emasnya, sehingga dapat dengan mudah menyerap informasi dalam meniru sesuatu. Anak juga dapat meniru aksi dan koskata yang ada pada tayangan televisi terutama dalam serial kartunnya (Virgiana, 2017:6).
Pada saat pengamatan, terlihat raut wajah yang sangat Riang. Sesekali ia mengikuti tarian yang ada di kartun televisinya sembari diiringi musik. Gerakannya sangat lincah hingga zila terlihat kelelahan saat lagi yang diputar habis. “Buklek, minum!”, kata itu terlontar ketika ia terduduk lelah sehabis menari. Hal tersebut melambangkan bahwa anak usia 5 tahun telah bisa berbahasa dalam jelas perintah dengan melontarkan langsung kosakata yang ia maksud tanpa kalimat lain lagi.
Usia 5 tahun perbendaharaan kata terus bertambah mencapai 5.000 sampai 8.000 kata. kalimat yang dipakai pun semakin kompleks (Carool Seefelt & Barbara Wasik, 2008: 74). Selanjutnya Rosmala Dewi (2005: 17) juga mengatakan bahwa perkembangan bahasa anak usia 4 sampai 5 tahun sebagai berikut:
  1. Berbicara lancar dengan kalimat sederhana.
  2. Menyebutkan sebanyak-banyaknya nama benda, binatang, tanaman yang mempunyai warna, bentuk, atau menurut ciri-ciri tertentu.
  3. Bercerita tentang kejadian di sekitarnya secara sederhana.
  4. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri (2-3 gambar).
  5. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri.
  6. Mengikuti 1 sampai dengan 2 perintah sekaligus.
  7. Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang disediakan dalam bentuk lisan seperti; ma mama, mallu, marah, dan sebagainya.




DAFTAR PUSTAKA
Carol, Seefelt & Barbara A. Wasik. (2008). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks

Virgiana, Yefie. (2017). Perilaku Meniru Anak Usia Dini Sebaga i Akibat Dari Aktivitas Menonton Film Kartun Kesukaan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Usia Dini: Universitas Negeri Semarang. 

Rosmala , Dewi. (2005). Berbagai Masalah Anak Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL 7 PRAKTEK KETERAMPILAN BERBICARA

ARTIKEL 13 PRAKTEK MENULIS ESAI