ARTIKEL GANGGUAN BERBAHASA LATAH
ARTIKEL GANGGUAN BERBAHASA LATAH
Nama :Endang Juliana
NIM : A1D117009
E-mail : endangjuliana09.pgsd2017@gmail.com
IDENTIFIKASI LATAH
PENGANTAR
Interaksi sosial selalu dilakukan
dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi adalah cara untuk mewujudkan hal
tersebut. Pada prinsipnya banyak bentuk dari interaksi yang terjalin antar
sesama, bahkan ada suatu kondisi unik yang biasa kita temui sehari-hari. Kondisi
yang dimaksud adalah “Latah”. Mungkin bukan sesuatu yang lumrah bagi orang
Indonesia dengan kata tersebut. Latah atau ekolalia yaitu perilaku membeo atau
menirukan ucapan orang lain. Ini merupakan sindrom yang terdiri atas curah
verbal reperetif yang berisfat jorok (koprolalia) dan gangguan lokomotorik yang
dapat dipancing (Indah, 2017:72). Pada beberapa kejadian yang biasa kita lihat,
perilaku latah ini ditunjukkan dengan sebuah perilaku yang tidak semestinya,
seperti mengikuti perkataan orang lain, menurti perintah orang secara spontan,
mengulangi perkataan dan perbuatan lainnya. Proses latah itupun terjadi dalam
jangka waktu yang berbeda-beda tergantung pada pemicunya. Jika kebiasaan latah
tidak segera di sebuhkan maka, itu akan menggangu kehidupan dirinya sendiri
maupun orang lain.
PEMBAHASAN
A.
Teori
Latar Psikologis, Antropologi, dan Sosiopsikolinguistik Latah
Fenomena latah sempat menggemparkan
dunia luar. Karena tidak banyak negara yang menemui kondisi yang seperti ini.
Banyak peneliti yang berbondong-bondong meneliti hal tersebut dikarenakan
mereka merasa ini adalah bentuk perilaku manusia yang abnormal. Latah ini diteliti
dari berbagai macam sudut pandang seperti sisi psikologi (Kejiwaan),
antropologi, hingga sosiopsikolinguistik. Dari segi psikologi latah ini
merupakan sebuah bentuk ungkapan lingual yang dianggap tabu (kata-kata) dimana
kesadaran dari seorang indiividu menurun akibat dari adanya peicu seperti
tepukan, jatuhnya sebuah objek, atau dalam sebuah kebisingan. Dari segi
Antropologi, latah merupakan sebuah perilaku yang ada pada kehidupan sosial
dimana adanya kecemasan seorang individu terhadap individu lain disekitarnya
mengenai reaksi berlebihan yang sengaja dibuat agar penderita terkejut dan melakukan
perilaku yang abnormal. Dari segi sosiopsikolinguistik dimana realisasi diksi
pada penyandang latah itu bermacam macam bentuknya tergantung pada ruang
lingkup pembentukan psikologisnya. Ada diksi latah yang bersifat Vulgar dan
kotor, ada yang hanya pengulangan kata dan ada yang berupa respon terhadap kata
yang dilontarkan (Pamungkas,2017: 274-283).
B.
Faktor
Penyebab Perilaku Latah
Menurut
penelitian Bambang Heriyanti dkk, (2014: 35-38) mengatakan bahwa faktor penyebab
perilaku latah adalah sebagai berikut:
1) Faktor
Lingkungan
Pada
dasarnya lingkungan dapat mempengaruhi dan mendorong munculnya perilaku pada
manusia dan sebaliknya perilaku manusia dapat merubah lingkungannya. Pada
faktor ini latah dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:
·
Imitasi, perilaku latah yang terjadi
adalah hasil dari adanya peniruan terhadap sesuatu.
·
Sugesti, perilaku latah yang terjadi
adalah hasil penerimaan orang lain terhadap dirinya hany sebatas karena
keunikan perilaku latahnya. Maka orang tersebut akan secara terus menerus
berperilaku latahagar diterima orang lain.
·
Identifikasi, maksudnya adalah dengan
berperilaku latah dia akan menujukan identitasnya kepada orang lain sebagai
tanda pengenal bahwa ia adalah orang yang latah.
2) Faktor
Mimpi
Menurut
penelitian ini salah satu faktor baru yang ditemukan adalh faktor mimpi. Maksudnya,
seseorang melihat suatu objek secara terus menerus didalam mimpinya dan
teringat ketika ia sedang beraktivitas ke-esokan harinya. Sehingga pada saat
pemicu didapat maka apa yang terngiang dikepalanya mengenai mimpi semalam akan
terlontar pada saat itu juga.
C.
Cara
Menyembuhkan Latah
Kebiasaan
latah pada seseorang dapat mengganggu beberapa aspek kehidupannya, mulai dari
psikologis hingga sosial. Maka dari itu menurut sebuah artikel pada www.halodoc.com kebiasaan ini dapat di sembuhkan dengan
cara:
·
Cognitive Behaviour Therapy (CBT)
CBT
bisa menjadi cara untuk menghilangkan latah, yaitu dengan membantu mengubah
cara berpikir orang yang latah tersebut. Karena mungkin saja tersimpan cara
berpikir dan perasaan yang salah pada orang latah tersebut.
·
Behaviour Therapy
Behaviour
therapy bertujuan untuk membentuk kebiasaan seseorang untuk menahan atau tidak
mengeluarkan reaksi latah jika dikagetkan. Sistem reward dan punishment
diterapkan untuk mendukung keberhasilan orang tersebut.
·
Hypnotherapy
Cara
yang dnilai paling ampuh untuk menyembuhkan latah adalah dengan hypnotherapy.
Dengan menggunakan sugesti, hipnoterapi bisa memodifikasi perilaku orang, sikap
dan kebiasaan disfungsional.
DAFTAR PUSTAKA
Hariyanto, B dkk. (2014). Perilaku Berbahasa Latah
Warga Desa Jatigono Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Sebuah Kajian Psikolinguistik. Jurnal Republika Budaya, 2(1), 35-38
Indah, Rohmani Nur. 2017. Gangguan Berbahasa.
UIN-Maliki Press.
Pamungkas, S dkk. (2017). Menafsir perilaku latah
coprolalia pada perempuan latah dalam lingkup budayamataraman:sebuah kajian
sosiopsikolinguistik. Jurnal Mozaik
Humaniora, 17(2), 274-283
Komentar
Posting Komentar